Minggu, 30 Januari 2011

Tugas Ekonomi

TUGAS EKONOMI

1. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL
Sebagai makhluk social atau homo socalis,manusia membutuhkan orang atau sekelompok orang lain.tidak ada seorang pun dapat hidup tanpa bantuan orang lain.sejak lahir, manusia membutuhkan orang lain contohnya seorang bayi mendapatkan perawatan dari pengasuh atau orangtuanya.ketika beranjak remaja ia juga membutuhkan teman yang sebaya.sampai usia tua pun ,manusia masih tetap membutuhkan orang lain utuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

2. MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK EKONOMI
Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang berhubungan dengan produksi, distribusi, pertukaran, dan konsumsi barang dan jasa. Istilah "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.

3. MACAM MACAM KEBUTUHAN
1. Kebutuhan menurut Intensitas Kegunaan
a. Kebutuhan primer. Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang jika tidak terpenuhi akan mengganggu kelangsungan manusia. Yang termasuk kebutuhan primer adalah makan, minum, pakaian, rumah, dan kesehatan.
b. Kebutuhan sekunder. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang sangat penting, tetapi jika tidak terpenuhi tidak mengganggu kelangsungan hidup. Misalnya, telepon dan sarana angkutan.
c. Kebutuhan tersier. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan akan barang mewah. Kebutuhan ini lebih cenderung ditujukan untuk menunjukkan status sosial atau prestise seseorang di mata masyarakat.
Penafsiran terhadap kebutuhan menurut intensitasnya dapat berbeda pada setiap orang. Bagi orang berpenghasilan tinggi mobil pribadi adalah kebutuhan sekunder, tetapi bagi yang berpenghasilan rendah mobil tersebut menjadi kebutuhan tersier.
2. Kebutuhan Menurut Waktu
a. Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi sekarang juga dan tidak dapat ditunda. Misalnya, obat bagi orang yang sakit.
b. Kebutuhan masa depan adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat dilakukan di kemudian hari dan dapat ditunda karena sifatnya tidak mendesak. Misalnya, tabungan dan jas hujan pada musim panas.
3. Kebutuhan Menurut Sifatnya
a. Kebutuhan jasmaniah adalah kebutuhan yang berhubungan dengan jasmani atau fisik. Misalnya, makan, olahraga, dan istirahat.
b. Kebutuhan rohaniah merupakan kebutuhan yang bersifat rohani, berhubungan dengan jiwa manusia. Misalnya, beribadah, bersosialisasi, rekreasi, dan hiburan.
4. Kebutuhan Menurut Subjek
a. Kebutuhan individual adalah kebutuhan perseorangan atau individu. Misalnya, seseorang membutuhkan alat bantu dengar atau kacamata.
b. Kebutuhan kolektif adalah kebutuhan bersama dalam suatu masyarakat dan dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Misalnya, jalan raya, rumah sakit, dan sekolah.

4. ALAT PEMUAS KEBUTUHAN
1. Barang Berdasarkan Cara Memperolehnya
Berdasarkan cara memperolehnya, barang dibedakan menjadi barang ekonomi, dan barang bebas.
a) Barang ekonomi merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang jumlahnya terbatas sehingga untuk memperolehnya diperlukan pengorbanan. Contohnya, pakaian, alat sekolah, dan sebagainya.
b) Barang bebas merupakan alat kebutuhan manusia yang jumlahnya tidak terbatas. Untuk memperolehnya tidak memerlukan pengorbanan karena jumlahnya banyak jika dibandingkan kebutuhan manusia. Contohnya, udara di alam terbuka dan pasir di padang pasir.
2. Barang Berdasarkan Sifat Hubungannya
Berdasarkan sifat hubungannya dengan barang lain, barang dapat dibedakan menjadi barang subtitusi dan barang komplementer.
a) Barang subtitusi merupakan barang yang penggunaannya dapat saling menggantikan dengan barang lain. Contohnya, tikar dapat menggantikan karpet.
b) Barang komplementer merupakan barang yang pemanfaatannya harus diikuti dengan pemanfaatan barang lain. Contohnya, motor dapat dimanfaatkan jika menggunakan bensin dan balpoin dapat digunakan jika ada tintanya.
3. Barang Berdasarkan Tujuan Penggunaannya
Dilihat berdasarkan tujuan penggunaannya, barang dapat digolongkan menjadi barang konsumsi dan barang produksi.
a) Barang konsumsi adalah barang yang dapat langsung digunakan untuk keperluan konsumsi. Contohnya, nasi, pakaian jadi, dan buah-buahan.
b) Barang produksi merupakan barang yang memerlukan proses produksi sebelum dapat digunakan. Contohnya, kayu dan benang.
4. Barang Berdasarkan Kegunaannya untuk Jaminan Kredit
Dilihat berdasarkan kegunaannya untuk jaminan kredit, barang digolongkan menjadi barang bergerak dan barang tidak bergerak.
a) Barang bergerak merupakan barang yang dapat digunakan untuk mendapatkan kredit dalam jangka pendek. Contohnya, Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB), perhiasan dan sebagainya.
b) Barang tidak bergerak merupakan barang yang dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit dalam jangka panjang. Contohnya rumah, tanah, dan gedung.
5. Barang Berdasarkan Tingkat Kesiapannya dalam Proses Produksi
Berdasarkan tingkat kesiapannya dalam proses produksi, barang dapat digolongkan menjadi barang mentah, barang setengah jadi, dan barang jadi.
a) Barang mentah adalah barang yang perlu diolah terlebih dahulu agar dapat digunakan. Contohnya, tebu untuk membuat gula, kapas untuk membuat kain, dan sebagainya.
b) Barang setengah jadi merupakan barang yang sudah melalui proses produksi, namun untuk menggunakannya diperlukan proses produksi lebih lanjut. Contohnya, kain untuk pakaian, tepung untuk membuat kue, dan sebagainya.
c) Barang jadi merupakan barang yang siap pakai, contohnya baju, sepatu, dan sebagainya.

5. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBUTUHAN
a. Keadaan Alam (Tempat)
Keadaan alam mengakibatkan perbedaan dalam memenuhi kebutuhan manusia. Orang yang tinggal di daerah kutub, membutuhkan pakaian yang tebal untuk menahan hawa dingin. Lain halnya dengan kita yang tinggal di daerah tropis, cukup memakai pakaian yang tipis. Oleh karena itu, tampak di sini bahwa keadaan alam dapat mendorong manusia untuk menginginkan barang-barang yang sesuai dengan kondisi alam di tempat yang bersangkutan.
b. Agama dan Kepercayaan
Ajaran agama yang berbeda dapat mengakibatkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya, penganut agama Islam dilarang makan babi, sedangkan penganut agama Hindu dilarang makan sapi. Hal ini menunjukkan bahwa masingmasing agama memerlukan alat-alat pemenuhan kebutuhan tertentu yang harus dipakai dalam menjalankan ibadah.
Selain itu dalam hal perayaan keagamaan, masing-masing agama atau kepercayaan berbeda-beda, sehingga kebutuhan akan barang juga berbeda. Misalnya pada saat menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan akan pakaian muslim akan meningkat tajam. Berbeda halnya ketika hari raya Natal tiba, orang-orang Nasrani membutuhkan pohon Natal dan bingkisan-bingkisan Natal. Dengan demikian masing-masing agama atau kepercayaan mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda.
c. Adat Istiadat
Adat atau tradisi yang berlaku di masyarakat sangat memengaruhi kebutuhan hidup masyarakat. Alasannya, suatu adat atau tradisi akan memengaruhi baik perilaku maupun tujuan hidup kelompok masyarakat setempat.
Akibatnya tradisi yang berbeda akan menimbulkan kebutuhan yang berbeda pula. Misalnya upacara perkawinan. Pelaksanaan upacara antardaerah akan berbeda-beda. Upacara pernikahan di Jawa Tengah dengan di Sumatra Barat akan memiliki ritual yang berbeda, sehingga kebutuhannya pun akan berbeda pula.
d. Tingkat Peradaban
Makin tinggi peradaban suatu masyarakat makin banyak kebutuhan dan makin tinggi pula kualitas atau mutu barang yang dibutuhkan. Pada zaman purba, kebutuhan manusia masih sedikit. Namun seiring berkembangnya peradaban, kebutuhan manusia semakin banyak. Manusia akan berusaha untuk
memenuhi kebutuhannya agar mencapai kemakmuran. Dahulu manusia tidak membutuhkan sepeda motor, namun sekarang sepeda motor menjadi kebutuhan yang sangat penting, karena dapat mengefisienkan waktu sampai tempat tujuan. Selain itu cita rasa kebutuhan manusia modern juga semakin meningkat. Manusia menuntut kualitas tinggi dari barang-barang atau jasa yang dibutuhkan. Dengan demikian membuktikan bahwa perkembangan peradaban akan menyebabkan kebutuhan akan berkembang dan beragam.
6. SUMBER DAYA ALAM DAN ALOKASINYA
1. Berdasarkan Sifat
Menurut sifatnya, sumber daya alam dapat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu sebagai berikut.
a. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable), misalnya: hewan, tumbuhan, mikroba, air, dan tanah. Disebut terbarukan karena dapat melakukan reproduksi dan memiliki daya regenerasi (pulih kembali).
b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (nonrenewable), misalnya minyak tanah, gas bumi, batu bara, dan bahan tambang lainnya.
c. Sumber daya alam yang tidak habis, misalnya udara, matahari, energi pasang surut, dan energi laut.
2. Berdasarkan Potensi
Menurut potensi penggunaannya, sumber daya alam dibagi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.
a. Sumber daya alam materi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan dalam bentuk fisiknya. Misalnya, batu, besi, emas, kayu, serat kapas, rosela, dan sebagainya
b. Sumber daya alam energi; merupakan sumber daya alam yang dimanfaatkan energinya. Misalnya batu bara, minyak bumi, gas bumi, air terjun, sinar matahari, energi pasang surut laut, kincir angin, dan lain-lain.
c. Sumber daya alam ruang; merupakan sumber daya alam yang berupa ruang atau tempat hidup, misalnya area tanah (daratan) dan angkasa.
3. Berdasarkan Jenis
Menurut jenisnya, sumber daya alam dibagi dua sebagai berikut.
a. Sumber daya alam nonhayati (abiotik); disebut juga sumber daya alam fisik, yaitu sumber daya alam yang berupa benda-benda mati. Misalnya bahan tambang, tanah, air, dan kincir angin.
b. Sumber daya alam hayati (biotik); merupakan sumber daya alam yang berupa makhluk hidup. Misalnya hewan, tumbuhan, mikroba, dan manusia.

7. SUMBER DAYA MANUSIA DAN ALOKASINYA
1. Tenaga Kerja Terdidik / Tenaga Ahli / Tenaga Mahir
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang mendapatkan suatu keahlian atau kemahiran pada suatu bidang karena sekolah atau pendidikan formal dan non formal. Contohnya seperti sarjana ekonomi, insinyur, sarjana muda, doktor, master, dan lain sebagainya.
2. Tenaga Kerja Terlatih
Tenaga kerja terlatih adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu yang didapat melalui pengalaman kerja. Keahlian terlatih ini tidak memerlukan pendidikan karena yang dibutuhkan adalah latihan dan melakukannya berulang-ulang sampai bisa dan menguasai pekerjaan tersebut. Contohnya adalah supir, pelayan toko, tukang masak, montir, pelukis, dan lain-lain.
3. Tenaga Kerja Tidak Terdidik dan Tidak Terlatih
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih adalah tenaga kerja kasar yang hanya mengandalkan tenaga saja. Contoh tenaga kerja model ini seperti kuli, buruh angkut, buruh pabrik, pembantu, tukang becak, dan masih banyak lagi contoh lagi.
8. KELANGKAAN ALAT PEMUAS KEBUTUHAN
Penciptaan dan pengolahan benda hingga menjadi lebih berguna untuk memenuhi kebutuhan manusia memerlukan usaha atau produksi, dengan mencurahkan bahanbahan dasar, tenaga, pikiran, waktu, peralatan, uang dan keahlian yang kesemuanya disebut sumber daya produksi.
Sumber alam : adalah benda dan kekuatan yang tersedia di alam semesta, yang secara langsung atau tidak langsung dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, misalnya: tanah, air, sinar matahari, barang-barang galian, dsb.
Sumber daya manusia : sumber daya manusia ini meliputi tenaga jasmani dan rohani yang diperlukan untuk mengambil dan mengolah sumber alam, hingga menjadi benda yang lebih berguna. Sumber daya modal : adalah barang-barang (sarana) yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang lain, misalnya: uang, bahan mentah, mesin, perkakas, dsb.
Wira usaha : adalah sumber daya manusia yang menyatukan ketiga sumber daya (alam, tenaga kerja, dan modal) dan bertanggung jawab atas kelancaran usaha produksi. Sumber daya produksi tadi sifatnya terbatas, sedangkan kebutuhan manusia tidak terbatas. Kenyataan ini terbukti dari sulitnya manusia memperoleh sumber alam, tenaga kerja, modal maupun wira usaha.
Seseorang baru dapat memperoleh sumber daya tadi setelah seseorang tersebut mengeluarkan berbagai pengorbanan. Namun demikian ternyata masih ada juga yang tidak mampu memperolehnya, apakah karena memang sudah habis, jumlahnya sedikit atau mereka tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan. Keadaan benda pemuas yang terbatas inilah yang disebut dengan kelangkaan.
Tahukah Anda apa yang menyebabkan benda pemuas kebutuhan itu langka?
Kelangkaan benda pemuas kebutuhan itu terjadi karena beberapa sebab:
a. Terbatasnya persediaan sumber alam.
b. Terbatasnya kemampuan manusia untuk mengolah alam.
c. Keserakahan manusia dengan akibat berkurangnya benda pemuas kebutuhan, atau menjadi cepat rusaknya benda, misalnya: penebangan hutan liar.
d. Meningkatnya kebutuhan manusia yang lebih cepat dari kemampuan manusia untuk menghasilkan atau belum ditemukannya sumber-sumber baru.

9. ILMU EKONOMI DAN KEMAKMURAN
adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian menyebabkan timbulnya kelangkaan.
Ilmu ekonomi dapat dikatakan memegang peranan penting dalam kehidupan social, terkait dengan kemakmuran. Ilmu ini mengkaji upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran. Kemakmuranitu sendiri diartikan sebagai kondisi dimana semua kebutuhan materi dapat terpenuhi dengan baik.
Jika masyarakat sejahtera berarti masyarakat tersebut mengalami kemakmuran. Masyarakat dikatakan makmur apabila semua kebutuhan materi dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya, dan tingkat kemakmuran dapat diukur dari banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan serta banyak barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sebelum orang mengenal ilmu ekonomi, raja-raja dan para cerdik pandai pada jaman dahulu menggunakan ilmu filsafat sebagai dasar untuk mengatur dan memecahkan persoalan ekonomi. Dengan semakin pentingnya peranan ekonomi dalam kehidupan, mulailah banyak ahli yang tertarik untuk memecahkan persoalan ekonomi, karena filsafat tidak lagi sanggup memecahkan seluruh masalah yang berkembang di masyarakat.

10. TINDAKAN EKONOMI
Dua buah toko menjual barang dengan merek dan kualitas yang sama, tetapi dengan harga yang berbeda. Jika sekali waktu kamu ingin membeli barang tersebut, barang mana yang akan kamu pilih? Yang lebih murah, bukan? Dalam kehidupan sehari-hari seringkali kita harus melakukan pilihan-pilihan semacam itu. Misalnya, ketika berangkat ke sekolah, mengapa kamu memilih naik angkot dan bukan taksi atau ojek? Untuk pergi ke pasar, mengapa kamu memilih jalur A yang lebih dekat daripada jalur B yang lebih jauh?
Tindakan memilih sesuatu atau langkah yang paling baik dan paling bermanfaat bagi kehidupan manusia tersebut dinamakan tindakan ekonomi. Dengan kata lain, tindakan ekonomi adalah segala tindakan manusia yang dilandasi prinsip ekonomi dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini menyangkut tindakan yang rasional yang dapat dilakukan melalui skala prioritas, yaitu mendahulukan kebutuhan yang dianggap penting dan mendesak.
Untuk memperjelas pengertian tindakan ekonomi, perhatikan contoh-contoh berikut ini.
a. Kehidupan Ibu Dwi semakin hari semakin sulit karena himpitan ekonomi. Untuk mengurangi pengeluaran rumah tangganya, akhirnya Ibu Dwi memilih menggunakan kompor minyak tanah daripada kompor gas yang harga gas elpijinya semakin mahal.
b. Noval lebih mendahulukan menggunakan uangnya untuk membeli makanan daripada mainan. Menurutnya, mainan hanya untuk kesenangan sesaat saja, sedangkan makanan sebagai sumber energi dalam tubuh.
c. Fay adalah seorang mahasiswi di perguruan tinggi swasta. Ia memilih berjalan kaki untuk berangkat ke kampus sekalipun jaraknya lumayan jauh. Uang yang tadinya untuk ongkos angkot, ia tabung untuk membeli buku mata kuliah setiap awal tahun pelajaran.

11. MOTIF EKONOMI
Hampir semua orang melakukan kegiatan karena didorong oleh keinginan-keinginan tertentu. Misalnya, untuk apa kamu bersusah-susah belajar? Apa tujuan ayahmu bekerja keras siang dan malam? Mengapa ibumu harus buang-buang waktu untuk menawar harga ketika akan membeli barang tertentu? Keinginan, entah disadari atau tidak, yang mendorong seseorang melakukan kegiatan tertentu itulah yang disebut dengan motif.
a. Motif Ekonomi
Coba sekali waktu bertanyalah kepada ibumu, mengapa ia membeli minyak goreng merek A dan bukan merek B. Mungkin kamu akan mendapat jawaban untuk menghemat uang belanja karena minyak goreng merek A lebih murah. Atau, jawaban lain, mungkin supaya masakan lebih enak karena minyak goreng merek A lebih gurih daripada merek B, dan sebagainya. Keinginan untuk menghemat uang belanja atau agar masakan lebih lezat mendorong ibumu melakukan tindakan ekonomi. Keinginan semacam itu disebut motif ekonomi. Jadi, motif ekonomi artinya faktor-faktor yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi. Dapatkah kamu menyebutkan motif ekonomi apa yang mendasari ibumu ketika berbelanja ke pasar swalayan?
Alasan atau motif ekonomi yang mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi dibedakan sebagai berikut.
1) Motif untuk Mencapai Kemakmuran
Kecenderungan manusia adalah senantiasa mencapai kemakmuran bagi kehidupannya. Kemakmuran diartikan sebagai kondisi di mana manusia dapat memenuhi sebagian besar kebutuhannya. Kebutuhan tersebut sangatlah beragam, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Motif untuk mencapai kemakmuran menjadi salah satu pendorong manusia bekerja keras.
2) Motif untuk Memperoleh Kekuasaan di Bidang Ekonomi
Kamu mungkin pernah mendengar istilah konglomerat atau monopoli. Seorang konglomerat berarti orang yang memiliki banyak perusahaan, sedangkan monopoli berarti orang atau perusahaan yang berhasil menjadi pedagang atau penghasil produk tanpa ada pesaing. Mengapa ada orang yang sekalipun sudah mempunyai beberapa perusahaan masih saja bekerja keras mengembangkan anak perusahaannya? Tanyakan pula apa tujuan seseorang atau perusahaan memonopoli suatu produk? Salah satu motif yang mendorong para konglomerat atau orang dan perusahaan melakukan tindakan tersebut adalah keinginan untuk berkuasa dalam bidang ekonomi.
b. Motif Non Ekonomi
Selain motif ekonomi, tindakan yang dilakukan seseorang juga didorong oleh motif non-ekonomi. Motif non-ekonomi adalah alasan yang melandasi tindakan seseorang bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keinginankeinginannya yang tidak terbatas. Dengan kata lain, motif non-ekonomi merupakan alasan yang mendorong manusia bertindak bukan dalam konteks kegiatan ekonomi. Motif non-ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1) Motif untuk Memperoleh Penghargaan
Motif ekonomi jenis ini mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi bukan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan, melainkan untuk dipandang dan mendapat penghargaan dari pihak lain. Misalnya, orang memakai baju atau mobil merek tertentu, rumah dengan desain tertentu bukan semata-mata karena ia butuh baju atau mobil atau rumah, melainkan agar mendapat pujian.
2) Motif Sosial
Motif sosial berarti motif yang mendorong seseorang melakukan tindakan ekonomi untuk kepentingan pihak lain. Banyak orang yang melakukan tindakan ekonomi yang ditujukan untuk kepentingan orang banyak. Mereka adalah orang-orang yang berbudi luhur yang tidak hanya mementingkan diri sendiri. Pelaku ekonomi dengan motif sosial dapat bertindak secara perseorangan dan secara organisasi atau lembaga. Contoh perseorangan, misalnya setiap hari kamu menyisihkan uang sakumu untuk kamu berikan kepada anak jalanan. Sedangkan contoh lain adalah orang yang membentuk yayasan anak yatim piatu, panti jompo, dan pusat rehabilitasi orang bermasalah.
Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh-contoh berikut ini.
1) Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Pak Jamal beristirahat untuk melepaskan rasa lelahnya.
2) Eva senantiasa mendidik adik-adiknya agar rajin membersihkan rumah setiap pagi. Oleh karena itu, Eva selalu memberi teladan kepada adik-adiknya dengan rajin bekerja.
3) Rudi semalaman tidak tidur karena harus menyelesaikan tugas kuliahnya yang menumpuk.
4) Dedi belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai yang bagus.
5) Pak RW mengadakan program sistem keamanan lingkungan (Siskamling) demi terciptanya keamanan dan ketertiban lingkungan.

12. PRINSIP EKONOMI
Kita memiliki berbagai macam kebutuhan dan keinginan yang tak terbatas. Padahal, sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut terbatas. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mengelola dan menggunakan sumber daya yang ada secara cermat. Salah satu caranya dengan menyusun skala prioritas.
Skala prioritas mengarahkan kita pada pilihan-pilihan yang paling menguntungkan dari berbagai pilihan yang ada. Hal ini menyangkut pengorbanan yang kita lakukan dan hasil yang akan kita dapat. Prinsip ekonomi pada dasarnya merupakan tindakan memperoleh hasil yang maksimal dari pengorbanan yang telah kita lakukan. Dengan kata lain, dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup, kita perlu berpedoman pada prinsip ekonomi. Dengan prinsip ekonomi kita menjadi cermat, efektif dan efisien dalam bertindak.
Prinsip ekonomi berbunyi:
“Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya berusaha untuk
mendapatkan hasil tertentu atau dengan pengorbanan
tertentu berusaha untuk mendapatkan hasil yang sebesarbesarnya.”
Berikut ini adalah ciri-ciri perilaku orang yang berpegang pada prinsip ekonomi.
a. Bersikap Hemat
Orang yang menerapkan prinsip ekonomi akan bersikap hemat. Ia tidak akan bertindak boros karena bertentangan dengan prinsip ekonomi. Pada saat berbelanja, orang yang menerapkan prinsip ekonomi akan memilih barang yang berkualitas dengan harga murah. Ia pun hanya akan membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan.
b. Menentukan Skala Prioritas
Orang yang menerapkan prinsip ekonomi akan membuat skala prioritas dalam memenuhi kebutuhannya. Kita pernah membuat daftar skala prioritas. Daftar Skala Prioritas (DSP) adalah daftar urutan kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya.
Adapun upaya memprioritaskan kebutuhan dipengaruhi halhal sebagai berikut.
1) Tingkat pendapatan seseorang
Pendapatan seseorang pasti akan memengaruhi DSP yang dibuatnya. Orang dengan pendapatan tinggi memiliki DSP yang berbeda dengan orang yang berpendapatan sedang apalagi rendah. Namun, berapa pun tingkat pendapatan seseorang, harus diusahakan agar jangan sampai pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.
2) Status kedudukan seseorang
Status juga memengaruhi DSP yang dibuat seseorang. Orang dengan status sosial tertentu sering harus memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan tertentu pula. Bagi seorang pejabat negara, jas dan dasi tentu menjadi prioritas kebutuhan mereka, akan tetapi barang-barang tersebut bukan prioritas bagi para petani di desa.
3) Faktor lingkungan
Lingkungan juga sangat memengaruhi penyusunan DSP. Orang yang hidup di lingkungan yang setiap minggu mengadakan kerja bakti, misalnya, alat-alat kebersihan mungkin menjadi prioritasnya. Sementara bagi orang yang hidup di lingkungan yang gemar berpesta dan bergaya hidup mewah, prioritasnya mungkin baju pesta.
c. Bertindak secara Rasional dan Ekonomis
Seseorang yang menerapkan prinsip ekonomi akan bertindak rasional atau bertindak sesuai dengan nalar akal sehat. Ia akan lebih memilih sesuatu yang sudah pasti hasilnya daripada sesuatu yang masih bersifat spekulasi (adu untung dan rugi). Ketika menjalankan usaha atau bisnis, seorang yang menerapkan prinsip ekonomi akan senantiasa merancang bisnisnya dengan pertimbangan yang matang.
d. Bertindak dengan Prinsip Cost and Benefit
Seseorang yang bertindak berdasarkan prinsip cost and benefit selalu memperhitungkan antara biaya (cost) yang dikeluarkan dengan manfaat (benefit) yang akan diperolehnya sebelum melakukan tindakan ekonomi.




NAMA :ALFIAN HIDAYAT
KELAS :7A
NO :1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar